JETIS (20/06) Bertempat di ruang kelas II, Acara pelepasan siswa kelas VI SD Negeri 1 Jetis tahun ajaran 2012/2013 dilaksanakan dengan sederhana tapi bermakna. Dengan mengangkat tema "Aku Melangkah Pasti" acara ini dimulai pada pukul 09.45. Acara pelepasan siswa kelas VI dihadiri oleh orang tua / wali siswa kelas VI, Komite Sekolah, dan Kepala Desa Jetis. Bertindak selaku pembawa acara Bapak Khadir membuka acara pelepasan siswa kelas VI serta membacakan membacakan susunan acara. Acara pertama yaitu penampilan seni tari "Ulo-Uloan" yang disajikan oleh 5 siswa kelas IV yaitu Lita, Wulan, Ika, Dela, dan Risma dengan pembimbing Ibu Suwarti. Selanjutnya acara diisi dengan sambutan dari wali kelas VI, Bapak Paulus Budiriyanta. Beliau menyampaikan laporan kegiatan kelas VI selama beliau mengampu siswa-siswi kelas VI baik pada awal tahun pelajaran sampai akhir pelaksanaan Ujian Nasional. Setelah sambutan dari bapak wali kelas VI, acara dilanjutkan dengan penampilan paduan suara oleh siswa-siswi kelas VI yang membawakan lagu Hymne Guru dan Syukur. Bapak kepala sekolah SD Negeri 1 Jetis, Bapak Rohyadi, S.Pd.I juga tak lupa memberikan sambutan setelah penampilan paduan suara kelas VI. Beliau menyampaikan terima kasih kepada orang tua siswa yang telah memenuhi undangan acara pelepasan ini. Dari perwakilan orang tua siswa juga memberikan sedikit sambutan yang tahun ini diwakili oleh Bapak Darjito. Dari perwakilan siswa kelas VI juga memberikan kata-kata perpisahan yang dibawakan oleh Anugrah Saraswati. Paduan suara kelas VI kembali menghibur hadirin dengan dua buah lagu yaitu Terima Kasih Guru dan Saat Berpisah. Bapak Mateus Warsana selaku wali kelas VIA juga menymbangkan hiburan berupa sebuah lagu berjudul "Sewu Kuto" dan berduet dengan salah satu siswa kelas VI. Ketua Komite Sekolah SD Negeri 1 Jetis, Bapak Mutwahtono juga memberikan sambutannya. Dalam sambutannya beliau juga mengajak beberapa siswa kelas VI dan mengajak juara 1 UN yaitu Adil Budi Laksono beserta orang tuanya yang turut hadir dalam acara tersebut untuk berbagi cerita perasaanya setelah dinyatakan memperoleh nilai UN tertinggi tahun ini. Setelah itu, sambutan dari Kepala Desa Jetis, namun berhubung suatu hal, bapak kepala desa Jetis tidak tidak bisa menghadiri acara ini dan diwakili oleh Bapak Riyanto selaku Kepala Urusan Kesejahteraan Desa Jetis. Dalam sambutannya beliau berterima kasih kepada sekolah yang telah mendidik siswa kelas VI sampai selesai. Diakhir acara, Bapak Kepala Sekolah membagikan beasiswa kepada 3 siswa kelas VI yang memperoleh nilai akhir tertinggi. Ketiga siswa tersebut adalah Fatchur Rohim, Adil Budi Laksono, dan Anugerah Saraswati.
Tampilkan postingan dengan label Paulus Budiriyanta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paulus Budiriyanta. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Juni 2013
Kamis, 02 Mei 2013
Upacara Hari Pendidikan 2 Mei
Jetis, (02/05). Bertempat di lapangan basket, upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei diselenggarakan dengan khidmat. Upacara yang diikuti oleh siswa-siswi, guru dan karyawan ini mengangkat tema Perkembangan Pendidikan di Indonesia yang disampaikan dalam amananhya oleh Bapak Paulus Budiriyanta. Beliau menyampaikan amanat bangaimana mutu pendidikan di Indonesia yang masih rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga. Tak hanya itu beliau juga menjelaskan sedikit sejarah adanya Hari Pendidikan yang dipelopori oleh Bapak Ki Hajar Dewantara. Selain itu beliau juga menyampaikan pesan kepada siswa kelas VI yang akan menghadapi Ujian Nasional pekan depan supaya untuk terus belajar dan belatih soal-soal yang ada dalam buku maupun yang telah beliau berikan dan juga supaya menjaga kesehatan dan kurangi kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu persiapan ujian.
Jumat, 25 Mei 2012
THE LAST MOMENT
The Last Moment
Photo by : PAULUS BUDIRIYANTA (Teacher of 6th GRADE)
SD Negeri 1 Jetis
at OWABONG, WATER PARK, PURBALINGGA
Friday, May 25th 2012
Label:
Kelas VI,
Liburan,
OWABONG,
Paulus Budiriyanta,
RENANG,
The Last Moment
Selasa, 25 Oktober 2011
Profil Bapak Budi

Bernama Lengkap Paulus Budiriyanta, atau akrab dipanggil Pak Budi, merupakan guru kelas VI SD Negeri 1 Jetis. Sejak tahun 1999 beliau sudah dipercaya untuk mengampu kelas paling buncit ini. Lahir di Purbalingga 31 Mei 1969 dikenal sebagai guru yang disiplin dan tanggungjawab dengan apa yang beliau ampu. Beberapa tahun terakhir,terbukti di tangan beliau lahirlah siswa-siswi yang berprestasi. Dalam memberikan pengetahuan kepada anak didiknya, Bapak Budi juga dikenal dengan guru yang menyenangkan dan materi yang diampu gampang diserap oleh siswanya. Tak hanya lihai memberi materi kepada siswanya, beliau juga dikenal dengan guru yang kreatif, kreatif dalam hal menumbuhkan semangat belajar siswanya. Sebagai contoh, pengaturan tempat duduk dan tata ruang kelas yang mampu diciptakan senyaman mungkin untuk siswanya. Tak hanya itu, Bapak Budi juga sudah akrab dengan yang namanya internet. Menurutnya, internet merupakan suatu hal yang sangat membantu untuk mendapatkan informasi khususnya informasi dunia pendidikan. Sebagai contoh dengan internet beliau sering mencari soal-soal latihan ujian, materi tambahan yang dibuku belum ada dan lain sebagainya. Di mata guru lainnya, Bapak Budi merupakan guru yang profesional, disiplin, dan penuh loyalitas. Bagian administratif sekolah juga beliau yang mengambil alih, karena beliau sudah sangat lihai dalam mengoperasikan komputer sekolah. Dimata siswanya, Pak Budi juga sangat dicintai siswanya, tak hanya siswa yang masih duduk dibangku kelas VI, juga siswa-siswi yang sekarang sudah melanjutkan ke jenjang SMP. Mereka biasanya sengaja datang ke SD Negeri 1 Jetis, bila pulang lebih awal untuk bertemu dengan beliau.
Bapak Budi juga telah berkeluarga dengan seorang istri bernama Cicilia Tumirah dan dua orang putra yang bernama Dionisius Hanung (15 tahun) dan Theodora Gracia Sita Restu (6 tahun). Dimata keluarnganya, sosok ayah yang melekat dalam diri Pak Budi ini sangat mementingkan kebutuhan sekolah putra-putrinya, dan sangat disiplin dalam hal memotivasi kedua putranya untuk belajar dan terus belajar. Dimata tetangganya, beliau juga dikenal dengan tetangga yang sangat ramah, peduli terhadap tetangga sekitar dan sering berinteraksi.
So, itulah sedikit profil tentang Bapak Budi, oh ya beliau juga suka main FB lho,,, silahkan add FB Bapak Budi >> DISINI <<
Kamis, 16 Juni 2011
Pelepasan Siswa Kelas VI

Jetis, 16/06. Bertempat di ruang kelas VI dan V SD Negeri 1 Jetis, acara pelepasan siswa-siswi kelas VI angkatan 2011 dilaksanakan. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, acara pelepasan tahun ini tidak berbarengan dengan pengumuman kelulusan. Pengumuman kelulusan sendiri akan diumumkan hari Sabtu(19/06) lusa. Acara pelepasan sedianya akan dilaksanakan mulai pukul 09.00 dengan dihadiri wali murid kelas VI, keluarga besar SD Negeri 1 Jetis, Komite Sekolah, dan Kepala Desa Jetis.
Pukul 09.45 acara pelepasan kelas VI dimulai dengan sambutan dari Kepala Sekolah SD Negeri 1 Jetis, Bpk. Sudarmadi S.Pd, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Komite Sekolah Bpk. Tono dan sambutan dari perwakian aparatur Desa Jetis, Bpk. Syamsul Arifin. Hiburan organ tunggal juga tidak sampai ketinggalan yang mampu menghibur tamu undangan dan siswa kelas VI
Namun sempat terjadi insiden kecil ketika pada saat acara dimulai aliran listrik yang menyuplai sekolah mengalami down, tapi masih bisa teratasi dan acarapun tetap berjalan sampai akhir.
Bertindak sebagai perwakilan siswa kelas VI, Asyifa Nur Adilah menyampaikan salam perpisahan kepada keluarga besar SD Negeri 1 Jetis. Sedangkan perwakilan dari wali murid Bpk. Muchal menyampaikan terima kasih kepada sekolah yang telah mendidik siswa-siswi kelas VI sampai mereka merampungkan pendidikannya di SD Negeri 1 Jetis.
Hiburan musik pop, dangdut, dan keroncong menjadi pelengkap acara ini, tidak hanya dibawakan oleh penyanyi organ tunggal, tapi juga bapak dan ibu guru juga turut menymbangkan suaranya untuk menghibur tamu undangan. Bpk Paulus Budiriyanta selaku guru kelas VI menyumbangkan satu lagu dan Ibu Suwarti turut menyumbangkan dua buah lagu. Tidak hanya itu, siswa kelas VI juga turut berjoget dan bernyanyi bersama dengan asiknya, bahkan ada beberapa siswa yang naik ke panggung dan berjoget bersama dengan penyanyi. Siswa lain yang kurang berani maju, hanya cukup bergoyang di bangku penonton.
Pemandangan cukup kontras terlihat tatkala siswa kelas VI bernyanyi dan berjoget bersama, namun wali murid hanya duduk tanpa ekspresi melihat mereka berjoget. Makan siang berupa sate ayam turut membuat acara menjadi tambah menarik, namun karena sudah menjelang siang, banyak wali murid yang berpamitan pulang.
Pengumuman kelulusan kelas VI sedanya akan diumumkan hari Sabtu (18/6).
(UPIKOM)
(UPIKOM)
Senin, 16 Mei 2011
CUTI BERSAMA, SISWA YANG DATANG DIANJURKAN PULANG

Jetis, 16/05. Terkait dikeluarkannya SKB 3 Menteri tentang cuti bersama pada tanggal 16 Mei, SD Negeri 1 Jetis juga meliburkan siswa-siswinya. Namun karena keputusan yang ditetapkan pemerintah ini agaknya sangat terlambat, membuat pihak sekolah cukup kerepotan mengumumkannya kepada siswa-siswi. SKB ini yang secara resmi diumumkan pada hari Jumat(13/05) lalu, ternyata tidak langsung sampai kepada masayarakat kalangan bawah. Untuk wilayah Purbalingga sendiri, SKB tiga menteri ini baru diteruskan lewat Sekda Purbalingga hari Sabtu(14/05) siang, dengan cara mengirimkan surat kepada seluruh dinas di Purbalingga. Tak pelak, pengumuman cuti bersama pada hari senin menjadi terlambat sampai ke sekolah. Apalagi untuk SD Negeri 1 Jetis yang dibawah naungan UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Kemangkon pada saat menerima pemberitahuan ini sudah memulangkan siswanya pada hari sabtu lalu. Pihak sekolah dibuat bingung, setelah berkoordinasi dengan kepala sekolah dan guru-guru, akhirnya pada hari Senin(16/05), ditetapkan libur. Pada hari Senin, Bapak Paulus Budiriyanta (guru kelas VI) dibantu penjaga sekolah, sudah standby didepan pintu masuk sekolah, untuk memberi tahu kepada siswa yang terlanjur datang ke sekolah untuk tidak usah berangkat karena libur cuti bersama, dan memberitahukan kepada siswa-siswi lainnya. Sebagian siswa merasa kecewa karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. (UPIKOM)
Sabtu, 07 Mei 2011
Jelang Ujian Nasional 2011

Jetis, 7 Mei 2011. Hari Selasa besok, tanggal 10 Mei 2011. Siswa kelas VI akan menghadapi Ujian Nasional (UN). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang sudah tidak lagi memakai nama UASBN, UN tahun ini tidak ditentukan dari nilai murni UN, melaikan dipadukan dengan nilai raport siswa dari kelas IV dengan komposisi 40% nilai rapor dan 60% nilai UN. Adapun mata pelajaran yang akan diujikan pada UN pekan depan adalah Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA.
SD Negeri 1 Jetis sendiri memiliki jumlah siswa kelas VI sebanyak 30 siswa, yang terdiri dari 14 siswa perempuan dan 16 siswa laki-laki. Bapak Paulus Budiriyanta selaku guru kelas VI mengakui untuk tahun ini terbilang cukup berat, melihat kemampuan siswa yang kurang mumpuni untuk mengukir prestasi. Namun, beliau tetap optimis anak didiknya akan mampu memberikan hasil yang terbaik untuk almamater mereka. Ditanya apakah akan bisa seperti tahun kemarin? "Ya, kita lihat saja nantinya" jawabnya. Hal senada juga diutarakan oleh guru kelas lainnya, yang turut prihatin melihat semangat belajar siswa kelas VI sekarang. "Semoga hasilnya tidak buruk-buruk amat" kata salah satu guru.
Prestasi SD Negeri 1 Jetis sendiri empat tahun belakangan ini menunjukkan trek yang cukup bagus, khususnya dilihat dari hasil UN/UASBN. Terakhir, tahun 2010 lalu adalah puncak prestasi yang baru terukir. Nilai UN 28,85 menjadi Nilai UN terbesar yang dimiliki SDN 1 Jetis, sejak UN/UASBN 3 mata pelajaran mulai diadakan.
Untuk tahun ini???
SEMOGA !!!
SD Negeri 1 Jetis sendiri memiliki jumlah siswa kelas VI sebanyak 30 siswa, yang terdiri dari 14 siswa perempuan dan 16 siswa laki-laki. Bapak Paulus Budiriyanta selaku guru kelas VI mengakui untuk tahun ini terbilang cukup berat, melihat kemampuan siswa yang kurang mumpuni untuk mengukir prestasi. Namun, beliau tetap optimis anak didiknya akan mampu memberikan hasil yang terbaik untuk almamater mereka. Ditanya apakah akan bisa seperti tahun kemarin? "Ya, kita lihat saja nantinya" jawabnya. Hal senada juga diutarakan oleh guru kelas lainnya, yang turut prihatin melihat semangat belajar siswa kelas VI sekarang. "Semoga hasilnya tidak buruk-buruk amat" kata salah satu guru.
Prestasi SD Negeri 1 Jetis sendiri empat tahun belakangan ini menunjukkan trek yang cukup bagus, khususnya dilihat dari hasil UN/UASBN. Terakhir, tahun 2010 lalu adalah puncak prestasi yang baru terukir. Nilai UN 28,85 menjadi Nilai UN terbesar yang dimiliki SDN 1 Jetis, sejak UN/UASBN 3 mata pelajaran mulai diadakan.
Untuk tahun ini???
SEMOGA !!!
Label:
Paulus Budiriyanta,
SDN 1 Jetis,
SDN1 JETIS,
UASBN 2011,
UN,
UN 2011
Kamis, 19 Agustus 2010
Tidak Ikut Upacara, Siswa Kelas VI Dihukum
Jetis, Rabu pagi (18/08) sebuah pemandangan asing tersaji di lapangan SD Negeri 1 Jetis, Sebanyak 22 siswa dari 30 siswa kelas 6 dikumpulkan untuk menjalani hukuman lantaran tidak mengikuti upacara peringatan HUT RI pada hari Selasa kemarin. Mereka disuruh memberi hormat kepada bendera merah putih yang berkibar di lapangan sekolah selama 1 menit. Bapak Budi selaku wali kelas mereka memberikan hukuman karena siswanya melanggar peraturan sekolah dengan cara membolos pada saat upacara bendera. Untungnya mereka hanya dihukum selama 1 menit untuk hormat kepada sang saka merah putih, mengingat mereka tengah menjalani ibadah puasa. Hukuman ini diharapkan akan memberikan efek jera kepada siswa kelas 6 yang semestinya memberikan contoh yang baik kepada adik-adik kelasnya.
Pada saat upacara peringatan HUT RI ke 65 tahun hari Selasa lalu, siswa kelas 6 yang mengikuti upacara hanya 8 anak dari total siswa kelas 6 sejumlah 30 siswa. Mereka yang membolos beralih bahwa hari itu tanggal merah dan faktor sedang menjalankan ibadah puasa membuat mereka tidak berangkat mengikuti upacara. Padalah dari kelas 1 sampai kelas 5 kebanyakan mengikuti upacara ini. Apakah mereka tidak malu?(UPIKOM)
Pada saat upacara peringatan HUT RI ke 65 tahun hari Selasa lalu, siswa kelas 6 yang mengikuti upacara hanya 8 anak dari total siswa kelas 6 sejumlah 30 siswa. Mereka yang membolos beralih bahwa hari itu tanggal merah dan faktor sedang menjalankan ibadah puasa membuat mereka tidak berangkat mengikuti upacara. Padalah dari kelas 1 sampai kelas 5 kebanyakan mengikuti upacara ini. Apakah mereka tidak malu?(UPIKOM)
Minggu, 01 November 2009
STUDENT HUNTING, IT'S SOO FUN

Jetis, 01/11/2009. Bimbingan Belajar Kreatif dan Mandiri Desa Jetis mengadakan kegiatan Student Hunting, yaitu berupa kegiatan pengenalan terhadap satwa langka di Kebun Binatang Serulingmas Banjarnegara. Pengenalan ini berupa pengenalan nama berdasarkan hewan yang mereka lihat juga ciri fisik, nama latin, nama bahasa inggris, cara perkembangbiakan, penggolongan berdasarkan makanan dan alat pernapasan. Kegiatan ini diikuti 20 siswa bimbel yang terdiri dari 8 siswa kelas 6, 5 siswa kelas 5, dan 7 siswa kelas 4 dan ditambah dari orang tua siswa, guru SD Negeri 1 Jetis, dan dari partisipan lainnya. Guru yang mewakili sekaligus mendampingi siswa adalah Bapak Budi guru kelas 6 dan Bapak Sugiarto guru kelas 4. Total rombongan berjumlah 34 orang termasuk 3 balita dan pak sopir bis. Rombongan berangkat dari SD Negeri 1 Jetis sekitar pukul 08.30 menggunakan armada bis dan acara dibuka dengan brieving singkat, pembagian co-card peserta, pembagian lembar kendali kegiatan dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan perjalanan kami. Selama diperjalanan yang memakan waktu hampir satu jam ini, banyak cerita menarik yang bisa kami dapatkan yaitu banyak siswa yang mabok darat alias mual dalam perjalanan. Tercatat 4 orang siswa mengalami gejala pusing dan mual selama perjalanan. Jam sepuluh rombongan sampai di Kebun Binatang Serulingmas Banjarnegara. Setelah mempersiapkan segala sesuatunya, satu per satu rombongan masuk lokasi dengan terlebih dahulu membeli tiket seharga Rp 7.000,-/per orang . Lalu rombongan terlebih dahulu mencari tempat teduh untuk beristirahat nantinya, setelah itu, semua peserta diperbolehkan mulai melaksanakan agenda kegiatan berupa mengamati setiap satwa yang ada berdasarkan lembar kendali. Dari satwa yang mereka kenal sampai satwa yang beru mereka pernah lihat diamati dengan saksama, hasilnya dicatat dalam lembar kendali. Setelah hampir 1 jam memutari area kebun binatang, badan pun sudah terasa capek, tanpa menunggu perintah peserta langsung mengambil bekal makan siang mereka untuk disantap bersama teman-teman. Setelah makan siang selesai, peserta dikondisikan untuk acara tukar kado dengan peserta lainnya dengan cara menjawab tebak-tebakan soal binatang-binatang yang ada di kebun binatang tersebut. Diteruskan dengan pembagian rapor bulan Oktober dan pengumuman siswa terbaik bulan Oktober diantaranya Terbaik kelas 4 diraih oleh Septiantika Cahya Ditami (Cahya), kelas 5 direbut oleh Aziz Prasetyo (Aziz) dan Kelas 6 kembali diraih Triana Ayu Palupi (Ayu). Jam 11.45 rombongan meninggalkan lokasi kegiatan dengan penuh rasa senang sekaligus capek, tidur pun menjadi alternatif sembari menuju tempat asal di Desa Jetis. (UPIKOM)
Label:
AZIZ PRASETYO,
BANJARNEGARA,
BIMBEL K 'N M,
Paulus Budiriyanta,
SD N 1 JETIS,
SD Negeri 1 Jetis,
SEPTIANTIKA CAHYA DITAMI,
SERULINGMAS,
STUDENT HUNTING,
sugiarto,
TRIANA AYU PALUPI
Rabu, 14 Oktober 2009
Guru Kreatif Tunjang Prestasi Siswa

Jetis, 14/10/09 . Keberhasilan seorang siswa tidak hanya ditentukan oleh lewat usaha siswa dalam belajar, juga tidak hanya ditentukan oleh pelajaran dari bapak/ibu guru yang dapat mudah diserap oleh anak didiknya sehingga murid jadi tau. Tapi juga sarana belajar, dari ketersediannya buku pelajaran, ruang kelas yang nyaman, lingkungan yang mendukung untuk terciptanya suasana belajar yang menyenangkan. Guru yang kreatif yang memberikan cara belajar yang unik juga sangat berpengaruh terhadap prestasi siswa-siswinya ditambah alat ajar yang menarik bagi siswa. Itulah yang rupanya diterapkan Bapak Wali Kelas 6 SD Negeri 1 Jetis saat ini, Bapak Paulus Budiriyanta atau akrab dipanggil Pak Bud ini, selalu memberikan hal yang baru kepada siswa-siswi kelas 6 guna membuat siswanya menjadi tertarik untuk belajar. Contoh yang nyata adalah disulapnya ruang kelas enam seperti ruang sidang. Tempat duduk setiap siswa dibentuk seperti huruf U menghadap papan tulis, ini bertujuan supanya guru lebih mudah memantau semua siswanya, jadi jika ada siswa yang bersenda gurau sendiri dapat segera ditegur, begitu juga siswa dapat memperhatikan pelajaran yang sedang diterangkan dari segala penjuru. Penataan tempat duduk ini juga membantu guru untuk mengadakan diskusi kelas, karena siswa-siswi ada yang duduk saling berhadapan. Siswa kelas enam sendiri juga mendukung proyek dari Bapak Bud ini. (UPIKOM)
Langganan:
Komentar (Atom)







