Tampilkan postingan dengan label IDUL FITRI 1 SYAWAL 1430 H. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IDUL FITRI 1 SYAWAL 1430 H. Tampilkan semua postingan
Senin, 28 September 2009
HARI PERTAMA MASUK SEKOLAH PASCA LEBARAN
Jetis, 28/09/09. Setelah kegiatan belajar mengajar diliburkan selama 2 minggu karena libur Hari Raya Idul Fitri, hari ini senin 28 september 2009, aktifitas sekolah kembali bergeliat. Memang hari ini merypakan hari pertama masuk sekolah, namun hari ini aktifitas belajar mengajar belum sepenuhnya normal seperti biasa. Pagi ini, siswa yang berangkat hanya melaksanakan kegiatan halal bi halal dengan bapak dan ibu guru. Pukul delapan pagi, siswa-siswi dari kelas 1 s/d kelas 6 dikumpulkan di lapangan badminton yang cukup teduh dan tidak terlalu panas. Lewat instruksi dari Bapak Kadir (guru agama) siswa mengikuti kegiatan ini dengan tenang. Bapak Sukamto (Kepala sekolah SD Negeri 1 Jetis) juga menyampaikan sedikit sambutan yang intinya mengucapkan selamat Idul Fitri dan sekaligus meminta maaf kepada seluruh keluarga besar SD Negeri 1 Jetis, baik guru dan murid. Kemudian acara dilanjutkan dengan berjabat tangan, dmulai dari kelas 1 berjabat tangan dengan bapak dan ibu guru serta teman-teman lainnya. Setelah acara halal bihalal ini selesai, siswa disuruh untuk melanjutkan belajar di rumah (pulang gasik). Kegiatan belajar mengajar benar-benar mulai aktif mulai Hari Selasa besok, termasuk kegiatan tambahan pelajaran bagi kelas enam yang akan dimulai minggu depan, serta kgiatan ekstrakurikuler.
Minggu, 20 September 2009
PESTA MERCON SETELAH SHOLAT IED
Jetis, 20/09/09. Kemeriahan perayaan Hari Raya idul Fitri 1430 H, tidak berakhir begitu saja setelah Sholat Ied. Warga masyarakat dusun 3, mempunyai hiburan tersendiri untuk memeriahkan lebaran kali ini. Hiburan itu berupa pesta mercon/petasan. Puluhan mercon dipersiapkan oleh warga dengan cara disambung secara seri menjadi deretan mercon yang panjangnya mencapai 8 meter lebih. Puluhan kilo bahan pembuat mercon disiapkan warga sejak jauh-jauh hari secara patungan. Moment ini sangat ditunggu-tunggu, nantinya rentetan mercon ini digantung pada seutas tali dan dikerek pada sebuah bambu yang dipasang tinggi melintang pada jalan desa dibelakang SD Negeri 1 Jetis. Tak lama menunggu, merconpun dinyalakan, rentetan suara mercon memekakkan telinga, dari yang ukuran kecil hingga ukuran besar. Suara mercon yang silih berganti ini, mirip suara rentetan senjata yang ditembakkan seperti pada penggrebegan terosis di Solo beberapa hari yang lalu yang menewaskan gembong teroris Noordin M Top, tak khayal setelah pesta selesai, warga langsung bersuka cita sambil menyebarkan kertas hasil dari ledakan mercon itu. Pesta mercon ini juga menandakan puncak dari perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H di Desa Jetis. (UPIKOM)
KEMERIAHAN IDUL FITRI DI DESA JETIS
Jetis, 20/09/2009. Kemeriahan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1430 H di Desa Jetis berlangsung sangat khidmad dan meriah. Sejak hari sabtu kemarin, masyarakat Desa Jetis, khususnya Dusun 3 mempersiapkan segala sesuatu guna pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1430 H pada hari Minggu 20 September. Mempersiapkan bedug takbir, membersihkan masjid tempat sholat Ied dan lain-lain. Malamnya, pesta perayaan ini dimulai dengan gema takbir dan tahmid di masjid-masjid, seperti di Masjid Miftakhul Jannah RT 16, Masjid Al Falach RT 13. Kemeriahan malam takbiran ini tambah meriah lagi dengan pesta kembang api dan mercon. Kemeriahan ini berlangsung hingga larut malam. Paginya, masyarakat Desa Jetis, melaksanakan Sholat Ied di Masjid Al-Falach RT 13. Jam 7 lebih 10 menit Sholat Ied dilaksanakan dengan Imam Bapak Samsul dan Khatib Bapak Rianto. Setelah Sholat selesai, Khatib membacakan khutbah Idul Fitri 1430 H yang berpesan supaya Umat Islam kembali kepada Lima Rukun Islam. Dalam sholat Ied ini juga dibacakan hasil pengumpulan Zakat Fitrah dari 3 dusun di Desa Jetis. Pada akhir acara, masyarakat membentuk barisan untuk bersalam-salaman. Setelah Sholat Ied selesai, masyarakat Desa Jetis memiliki tradisi nyekar di pemakaman umum. Mereka memiliki tradisi ini secara turun temurun supaya mereka ingat akan keluarga yang telah tiada dan ingat akan kematian. Setelah itu, baru masyarakat pulang kerumahnya masing-masing untuk bersilaturahmi dengan anggota keluarga, tetangga dan saudara. (UPIKOM)
Langganan:
Komentar (Atom)


